Closing penjualan sering disalahartikan oleh banyak tenaga penjual. Mereka memahami bahwa tahap closing atau “menutup penjualan” itu masuk “setelah” tahap presentasi, dan usai mengatasi masalah keberatan-keberatan pelanggan.
Walaupun hal ini masih bisa dibenarkan secara administratif, namun perlu diingat bahwa untuk closing penjualan itu sebenarnya bisa terjadi di seluruh tahapan presentasi dan “ketika” berada dalam kondisi mengatasi keberatan-keberatan pelanggan.
Berdasarkan pengalaman saya selama bertahun-tahun sebagai pelatih tenaga penjual, ada dua kesalahan besar pada tahap presentasi penjualan, yaitu:
- Mereka kehilangan banyak peluang, untuk closing penjualan di seluruh proses presentasi.
- Mereka “lebih banyak” menunggu hingga menit terakhir, untuk closing penjualan.
Akibatnya? Banyak tenaga penjual yang terlalu lama menunggu untuk closing penjualan. Karena dua kesalahan tersebut, banyak tenaga penjual yang bahkan tidak closing penjualannya, pada saat mereka “seharusnya” bisa” closing penjualan.
Mengapa hal-hal ini terjadi?
Itu karena, tenaga penjual “tidak mengetahui” bagaimana memanfaatkan peluang-peluang yang ada selama proses presentasi penjualan.
Di bawah ini ada beberapa peluang-peluang yang dapat digunakan untuk closing penjualan, yaitu:
1. Benefit Utama lalu Closing Penjualan
Anda bisa closing penjualan, setelah Anda menjelaskan benefit utama dari produk Anda. Jika setelah Anda menjelaskan benefit utama produk Anda, sehingga pelanggan Anda terlihat tertarik dan tidak punya keberatan yang signifikan. Ini adalah saat yang bagus untuk closing penjualan.
Apabila, tenaga penjual tidak secepatnya melakukan closing penjualan, tetapi malah terus menjelaskan benefit yang lain, maka hal ini dapat mengalihkan perhatian pelanggan dari benefit yang utama, dan memberikannya peluang bagi pelanggan untuk mendebat isu-isu yang tidak penting.
Akibatnya akan menunda proses closing penjualan, dan Anda bahkan bisa kehilangan penjualan!
2. Mengatasi keberatan-keberatan pelanggan
Anda bisa melakukan closing penjualan, setelah mengatasi keberatan-keberatan pelanggan, tetapi banyak tenaga penjual yang malah melakukan sebaliknya.
Setelah mereka berhasil mengatasi keberatan pelanggan, mereka menunda closing penjualan sehingga membuat percakapan jadi bertambah panjang, akibatnya penjualan menjadi tidak sukses.
3. Menjawab pertanyaan-pertanyaan pelanggan
Anda bisa closing penjualan, setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan pelanggan sebagai berikut:
- “Apakah Anda punya model yang ini?” Iya.
- “Apakah Anda punya yang warna hijau?” Iya
- “Apakah Anda bisa mengirimnya hari Selasa?” Iya
- “Apakah ada garansinya?” Iya
Jika semua jawabannya adalah “Iya” ini adalah SALAH, karena hanya akan memperpanjang proses penjualan.
Berikut ini adalah cara yang benar untuk menjawab pertanyaan, lalu closing penjualan.
Q : Apakah Anda punya model yang ini?”
A : Iya, kami sering kehabisan stok model ini. Jadi kemana kami harus mengirimnya?
A : Iya, kami sering kehabisan stok model ini. Jadi kemana kami harus mengirimnya?
Q: “Apakah Anda punya yang warna hijau?”
A: “Iya, berapa banyak yang Anda butuhkan?”
A: “Iya, berapa banyak yang Anda butuhkan?”
Q: “Apakah Anda bisa mengirimnya hari Selasa?”
A: “Jadwal pengiriman kami sangat ketat. Tapi jika Anda memesannya sekarang, saya bisa mengaturnya supaya bisa dikirim hari Selasa.
A: “Jadwal pengiriman kami sangat ketat. Tapi jika Anda memesannya sekarang, saya bisa mengaturnya supaya bisa dikirim hari Selasa.
Q: “Apakah ada garansinya?”
A: “Iya. Jadi Anda lebih suka membayar tunai atau kredit?”
A: “Iya. Jadi Anda lebih suka membayar tunai atau kredit?”
Berikut adalah contoh-contoh lain:
Lagi-lagi, semua jawaban ini adalah SALAH ! Karena hanya akan memperpanjang proses penjualan.
Apakah Anda bisa menemukan cara yang benar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas dan secepatnya closing penjualan?
Jika Anda ingin closing penjualan lebih cepat, biasakan untuk “SELALU” menjawab pertanyaan untuk closing penjualan setelah Anda berhasil mengatasi keberatan pelanggan.
Anda akan terkejut, karena pelanggan Anda akan menjawab “Iya” beberapa kali. Jika pelanggan merespon seperti itu, hal ini membuat Anda mampu melipatgandakan rasio penjualan dengan cepat, sekaligus menghemat waktu Anda untuk menjual!
Berikut adalah fakta lain yang diketahui dan dipahami dengan baik oleh banyak tenaga penjual.
Apa saja sinyal-sinyal (bahasa tubuh) yang harus diperhatikan penjual?
Berikut adalah beberapa contoh:
Jadi sekarang Anda tahu, bahwa di seluruh proses presentasi penjualan, pelanggan Anda memberikan BEGITU BANYAK SINYAL dan peluang bagi Anda untuk closing penjualan. Sedihnya, banyak tenaga penjual yang tidak menyadari PELUANG ini. Maka mereka kehilangan kesempatan dan malah memperpanjang proses penjualan. Seringkali bahkan kehilangan penjualan!
Jadi mulai sekarang, segera minta pesanan dan tutup penjualan setelah:
Sumber: http://www.marketing.co.id/2012/06/06/seni-menutup-penjualan/

No comments:
Post a Comment